Blok Masela Jadi Kebanggaan Warga Tanimbar

Blok Masela Jadi Kebanggaan Warga TanimbarSAUMLAKI, LELEMUKU.COM - Bupati Maluku Tenggara Barat, Petrus Fatlolon menyatakan Blok Masela merupakan kebanggaan warga Tanimbar sebab ini merupakan salah satu dari tiga  program pembangunan pemerintah pusat untuk Provinsi Maluku yang masuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN) yang digagas Presiden Joko Widodo sebagaimana yang diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 58 tahun 2017.

"Bapak Presiden telah menyatakan Blok Masela sebagai projek stategis nasional dan berbeda dengan proyek-proyek lainnya. Proyek ini sangat strategis sehingga bapak presiden  memanggil saya bersama dengan bapak gubernur dan menkopolkam untuk berdiskusi dalam rangka memastikan pelaksanaan survey awal maupun rencana program lanjutan supaya dapat berjalan dengan baik," ungkap dia saat membuka Sosialisasi rencana survey pre-front end engineering design (Prefeed) ke 3 desa oleh Satuan Kegiatan Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Wilayah Papua dan Maluku (Pamalu) dan Inpex Corporation di Gedung Kesenian Saumlaki, Kecamatan Tanimbar Selatan pada Rabu (18/04).

Ia meminta agar segenap masyarakat dan para tokoh masyarakat dari Desa Lermatang, Desa Olilit dan Desa Lauran yang nantinya akan dijadikan lokasi kilang Blok Masela dan industri hilirnya bahwa pekerjaan ini sesungguhnya adalah untuk mengetahui daya dukung tanah dan topografi  

"Karena segenap lapisan masyarakat dapat mendukung pelaksanaan pekerjaan survey ini sebaga titik awal perencanaan pembangunan seluruh fasilitas yang berhubungan dengan pengembangan energi Blok Masela di kabupaten MTB," ujar dia. 

Dikatakan ada banyak daerah yang ingin menjadi lokasi pengembangan Blok Masela namun pemerintah pusat bersama dengan pemerintah provinsi telah menempatkan Tanimbar sebagai tempat pengembangan Blok Masela 

"Ini tentu saja akan membawa efek ganda yang besar bagi masyarakat di kabupaten MTB dan bagi provinsi Maluku," ungkap dia. 

Sebelumnya Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Kemaritiman mengatakan pihaknya masih berupaya menuntaskan rencana utama (master plan) pengembangan Blok Masela di MTB terutama pada pengembangan industri hulu, industri hilir, dan wilayah.

"Kami juga sedang menyiapkan beberapa turunan Peraturan Pemerintah (PP) yang diharapkan bisa menjadi acuan dalam investasi di Blok Masela ini. Proses teknis seperti desain teknis sedang dan terus dikerjakan, kemudian skema industri hilir sedang disiapkan oleh Kementerian Perindustrian, yaitu industri petrokimia dan industri pupuk," ujar Deputi Bidang Koordinasi Infrastuktur Maritim Ridwan Djamaludin usai menghadiri rapat koordinasi Persiapan Master Plan Pengembangan Blok Masela di Jakarta, Senin (05/03). 

Persiapan master pengembangan Blok Masela, lanjut Ridwan, juga meliputi aspek penguatan peran serta masyarakat lokal untuk ikut terlibat dalam pengelolaan blok migas, yang terletak di perairan dekat dengan Kepulauan Tanimbar. 

"Kemudian untuk keterlibatan masyarakat lokal, seperti penguatan perguruan tinggi seperti yang diterapkan oleh Universitas Patimurra juga terus dilakukan," ujarnya.

Pihaknya berupaya agar master plan Blok Masela bisa rampung sebelum Presiden Joko Widodo (Jokowi) bertemu dengan perwakilan pemerintah Jepang. Namun, terkait kapan pertemuan itu akan dilakukan, Ridwan belum mendapatkan informasi lebih lanjut.

Untuk itu, menurut dia, rakor persiapan rencana utama pengembangan Blok Masela akan secara simultan dilaksanakan. Pemerintah pun menurut dia, akan terus memantau persiapan dan kesiapan pengembangan lapangan migas yang ditargetkan dapat memproduksi gas 421 juta kaki kubik per hari (mmscfd), dan minyak 8.400 barel per hari (bopd) tersebut. 

"Harmonisasi perencanaan lintas sektor, baik di hulu, hilir dan pengembangan wilayah sekitar sudah sangat dibutuhkan. Ini sesuai dengan perintah Presiden Joko Widodo dan Menko Luhut, agar Blok Masela dapat menimbulkan dampak berlipat (multiplier effect) yang bisa langsung dirasakan masyarakat," pungkasnya. (Aksamina Masela/CNN)
Bagi ke WA Bagi ke G+
Loading...