Tidak Terima Diwawancarai, Oknum Kapolsek di MTB Ancam Pukul Wartawan

Tidak Terima Diwawancarai, Oknum Kapolres di MTB Ancam Pukul Wartawan
SAUMLAKI, LELEMUKU.COM - Tidak terima saat dimintai wawancara, oknum Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Selaru, YO, mengancam akan melakukan tindak kekerasa kepada salah satu wartawan di Kabupaten Maluku Tenggara Barat, Provinsi Maluku.

Wartawan dari media online, Simpul Rakyat bernama Imanuel Anthoni Solarbesain itu diancam akan dipukul karena ingin meminta penjelasan dari Kapolsek terkait temuan informasi awak media dari aduan masyarakat Desa Adaut, yaitu persoalan penyelesaian hak asuh anak yang melibatkan salah satu anggota Polsek Selaru dan diduga terjadi pemerasan.

"Keluarga yang punya anak itu menyerahkan ke saudaranya untuk dipelihara tanpa ada ikatan aturan kesepakatan dari pihak keluarga. Kemudian setelah mereka akan mengambil anak mereka, pihak dari saudaranya meminta harus membayar uang sebesar Rp.18 juta," jelas dia.

Hal itu sangat disayangkan lantaran sejak awal menelpon, Imanuel mengaku sudah memberikan kesempatan kepada sang kapolsek untuk menjelaskan inti persoalan namun sangat disayangkan ketika di tengah penjelasannya, tensi amarah sang kapolsek mulai naik. Ancaman pun dilontarkan oleh sang kapolsek pada wartawan tersebuyt bahwa akan memukulinya setelah berada di Saumlaki, namun disaat yang sama ada beberapa awak media yang berada bersama - sama di TKP dan mendengar ancaman tersebut.

"Ketika kami dan beberapa wartawan dari berbagai media yang bertugas di Kabupaten Maluku Tenggara Barat mencoba untuk konfirmasi secara baik persoalan ini kepada Kapolsek Selaru, Aipda Jopi Oraplean melalui sambungan seluler, kami disambut dengan tidak sopan, yaitu marah dan membentak bentak kami, bahkan mengancam katanya, 'Tunggu Beta di situ, Beta pukul dan injak ose pung dalam muka," papar dia.

Hal ini menurut dia sangat disayangkan, sebab ancaman ini muncul setelah anggota Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) RI mengunjungi Pulau Selaru. Hal ini juga dinilai tidak menghargai misi dari anggota kompolnas yang telah datang dan memberikan arahan kepada anggota Polri di daerah ini.

"Kasihan masyarakat kecil yang tidak bisa berbuat apa - apa, sementara tempat perlindungan yang sudah menjadi tempat yang menakutkan, lalu pertanyaannya kemana lagi mereka mau mengadu dan membawa persoalan mereka?. Masyarakat ini juga adalah warga Negara Kesatuan Republik Indonesia," ujar Imanuel yang juga merupakan Kepala Divisi Media dan Komunikasi, DPC Lembaga Aliansi Indonesia di Kabupaten MTB.

Jems Masela, sebagai Ketua LAI - BPAN MTB langsung merespon sikap arogan oknum kapolsek tersebut.

"Kami berharap agar Institusi Kepolisian menyikapi hal ini. Kapolsek Selaru telah merusak hubungan yang baik antara LAI - BPAN MTB dengan Kepolisian. Olehnya itu, jika tidak segera disikapi maka kami, lewat DPP akan melaporkan langsung ke pak Kapolri dan Kompolnas," ujar dia.

Dalam kunjungan Kompolnas ke pulau Selaru beberapa waktu lalu, Oknum kapolsek tersebut juga ikut mendampingi dan sekaligus mendengar arahan Kompolnas terkait sikap dan ulah anggota kepolisian kepada masyarakat. Bahkan, kompolnas menyarankan jika ada sikap - sikap anggota kepolisian yang tidak benar kepada masyarakat agar segera dilaporkan.

"Arahan Kompolnas itu dianggap angin lalu oleh sang kapolsek, bahkan parahnya lagi dia menantang dia untuk melaporkannya jika berani," kata Masela.

Ia juga menyatakan sebagai lembaga yang selama ini sudah menjalin kerjasama yang baik dengan Institusi Kepolisian, pihaknya berharap kepada pimpinan Polres MTB agar segera memanggil sang kapolsek dan diberikan teguran keras.

"Guna kedepan tidak ada lagi sikap - sikap arogan anggota kepolisian kepada masyarakat, mengingat Polisi adalah pelindung dan pengayom masyarakat," tutup dia. (SimpulRakyat)
Bagi ke WA Bagi ke G+
Loading...