Inilah Pidato Presiden Angola, João Manuel Gonçalves Lourenço di Debat Umum PBB ke 75

Baca juga:


NEW YORK, LELEMUKU.COM - João Manuel Gonçalves Lourenço, Presiden Republik Angola, menyampaikan debat umum Sesi ke-75 Sidang Umum PBB di New York, Amerika Serikat pada Selasa 22 September 2020 waktu setempat.

Ia memuji para pemimpin dunia dan sistem Perserikatan Bangsa-Bangsa atas tanggapan teladan terhadap pandemi COVID-19 dan krisis yang telah menunjukkan banyak kelemahan dalam mekanisme kesehatan global.

"Terlepas dari kelemahan ini, kerja sama internasional telah mengarahkan dunia pada jalan untuk mengurangi efek pandemi. Namun, pandemi telah mengakhiri keuntungan ekonomi global yang diperoleh setelah krisis 2008, terutama tanda-tanda pemulihan yang menggembirakan di negara berkembang seperti Angola," katanya.

“Harapan kami untuk mulai membuahkan hasil positif menyusul upaya kami untuk reformasi ekonomi domestik, yang dilakukan dalam konteks di mana kami harus menerapkan tindakan keras, dengan dampak yang sangat keras bagi kehidupan masyarakat, tidak akan segera terwujud karena kendala saat ini yang telah mengganggu rantai produksi,” sambung dia.

Dikatakan, gangguan tersebut telah mempengaruhi harga komoditas ekspor utama dan melumpuhkan jasa dan sektor ekonomi vital, yang memicu tingginya pengangguran dan masalah sosial. Angola mengalihkan dana dari sektor produksi ke program-program mendesak yang bertujuan untuk mengatasi efek pandemi.

"Program tersebut meliputi pusat karantina, distribusi peralatan medis terkait COVID ‑ 19, dan pembangunan fasilitas kesehatan. Dia mengidentifikasi investasi langsung di ekonomi negara berkembang sebagai kunci untuk pertumbuhan dan pembangunan ekonomi di masa depan dan meminta negara maju untuk membentuk dana investasi di Afrika,"ujar dia.

Dia mengatakan tanggapan terhadap pandemi COVID-19 telah menunjukkan kekuatan multilateralisme, menambahkan bahwa semangat kerja sama harus dimanfaatkan untuk menemukan solusi yang adil dan langgeng atas masalah di Timur Tengah dan Afrika, seperti Libya dan kawasan Sahel.

Mengaitkan sejumlah masalah keamanan di Afrika dengan terorisme internasional, perluasan fundamentalisme agama, dan konflik pasca pemilu, ia menyerukan peningkatan tindakan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa yang memperhitungkan kebutuhan negara-negara yang terkena dampak ancaman yang sedang berlangsung.

"Organisasi itu juga harus berusaha membangun struktur internal yang mencerminkan realitas geopolitik saat ini," katanya menyerukan reformasi mendesak Dewan Keamanan. (PBB)
loading...
Bagi ke WA Bagi ke G+

Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email: redaksi@lelemuku.com atau whatsapp : +621343199624. Kiriman Berita/video/foto wajib disertai dengan biodata lengkap pengirim dan akan melalui proses moderasi.

Redaksi : redaksi@lelemuku.com
Iklan : iklan@lelemuku.com

Berita Pariwisata

Loading...
loading...