-->

Ratusan Bangku Meja Siswa SLB Kartini Saumlaki Habis Terbakar


SAUMLAKI, LELEMUKU.COM – Pimpinan Panti Asuhan Bhakti Luhur Cabang Saumlaki, Kompleks Missi Olilit Barat, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Provinsi Maluku, Suster Bibiana Teniwut mengungkapkan gudang tempat penyimpanan segala perlengkapan pihaknya habis terbakar pada Senin, 01 Maret 2021.

Ia mengatakan kerugian yang disebabkan kejadian itu adalah 1 gudang berisi 50 buah bangku, 50 buah meja siswa Sekolah Luar Biasa (SLB) Kartini Saumlaki, 1 papan tulis, 6 buah tifa dan beberapa perlengkapan dapur panti serta merembes ke salah satu gedung kelas.  

“Itu bangku dan meja milik per siswa SLB. Ini kan tidak ada aktiftas belajar karena covid, jadi kami simpan di gudang, biar rapi,” ungkap suster Bibiana kepada Lelemuku.com pada Selasa, 02 Maret 2021.


Ia menuturkan kejadian tersebut terjadi pada pukul 15.30 WIT dimana waktu jam istirahat bagi anak-anak panti, namun tanpa disadari ada seorang anak berkebutuhan khusus usia 10 tahun yang masih bermain api dengan jerigen berisi minyak tanah.

Sebelumnya di pukul 11.30 WIT dirinya bersama anak-anak panti masih membakar jagung bersama di lokasi berbeda. Bibiana menyebutkan anak tersebut memang sangat tertarik dengan aktifitas itu, bahkan sering sekali membantu membakar sampah di panti.   

Menurutnya kemungkinan anak itu ingin membakar sesuatu tetapi karena angin dan di gudang berisi barang-barang yang mudah terbakar, sehingga mengakibatkan api dengan cepat menyebar.

“Setelah makan siang, semua anak ada dalam posisi tidur. Tapi ada salah satu anak panti yang normal, melihat anak yang berkebutuhan khusus ini ada bawa minyak tanah menuju ke  belakang sana. Saya saat itu sedang ada di ruang kerja,” tutur Bibiana.


Setelah mendengarkan teriakan masyarakat, dirinya pun langsung melihat sumber api, mematikan sekring listrik, dan mencari bantuan.  

“Anak autis ini kan tidak mengerti apa-apa ya. Setelah kejadian itu, sepanjang hari dia di kamar saja, dia takut keluar karena kan orang banyak. Pas kejadian kan semua orang kejar dia untuk tanya-tanya sedangkan dia tidak mengerti. Saat ini dia sudah dijemput orangtuanya,” tutur Bibiana.

Sementara itu, Kepala Sekolah (Kepsek) SLB Kartini Saumlaki, Suster Bernadeta Lakamnasi mengatakan pihaknya mengikuti arahan pemerintah untuk melakukan pembelajaran siswa di rumah dengan mengantarkan tugas langsung kepada para siswa dengan jumlah 60 orang, terdiri dari 31 siswa SDLB, 25 siswa SMPLB dan 4 siswa SMALB. (Laura Sobuber)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Iklan Bawah Artikel