-->

Agustinus Payong Boli Ungkap 60 Orang Meninggal Akibat Banjir Bandang dan Longsor di Flores Timur

Agustinus Payong Boli Ungkap 60 Orang Meninggal Akibat Banjir Bandang dan Longsor di Flores Timur.lelemuku.com.jpg

LARANTUKA, LELEMUKU.COM - Wakil Bupati Flores Timur (Flotim), Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Agustinus Payong Boli melaporkan total korban jiwa sementara akibat banjir bandang dan tanah longsor di 3 kecamatan yang terjadi pada Minggu (4/4/2021) dini hari pukul 01.00 WIT sudah mencapai 60 orang.

"Korban terbanyak berasal dari Desa Nelelamadike, Kecamatan Ile Boleng, sebanyak 55 orang meninggal dunia dengan 36 orang telah dievakuasi, sementara lainnya masih tertimbun didalam tumpukan longsoran," kata dia pada malam hari.

Wabup melanjutkan 4 orang meninggal dari Kelurahan Waiwerang Kota, Kecamatan Adonara Timur telah dievakuasi oleh Tim SAR dan masyarakat. 1 meninggal di Desa Tobilota, Kecamatan Wotan Ulomado. Sementara 3 orang dari Desa Riang Baran, Kecamatan Wotan Ulomado masih dalam proses pencarian.
 
Dikatakan upaya penanggulangan bencana banjir bandang dan longsor di Flotim ini terhalang dengan akses jalan dan 4 jembatan yang terputus sehingga pihaknya menggunakan upaya bersama dengan masyarakat guna membangun akses darurat yang dipergunakan sebagai jalur bantuan.

"Pemerintah, TNI, Polri dan masyarakat saling bersatu, alat berat telah dikerahkan meskipun kami terhambat akses, apalagi dengan jaringan mati," ujar dia.

"Kami butuh perhatian Presiden Jokowi bersama jajaran terkait agar mengintervensi secepat mungkin penaganan darurat membantu kami. Kami butuh sarana-transportasi karena kalau mengandalkan kemampuan daerah, kami tidak mampu," kata dia Agustinus Payong Boli.

Agustinus Payong Boli Ungkap 60 Orang Meninggal Akibat Banjir Bandang dan Longsor di Flores Timur.lelemuku.com.jpg

Ia menyatakan tim SAR bersama masyarakat masih terus melakukan upaya evakuasi. Termasuk melakukan upaya bantuan kesehatan, pakaian dan sembako secara darurat kepada para korban dan pengungsi.

"Saat ini pemerintah bersama TNI/Polri dan staekholder terkait serta masyarakat masih terus melakukan upaya pencarian korban yang belum ditemukan" kata Agustinus Payong Boli.

Bencana yang disebabkan oleh meningkatnya curah hujan ini juga mengakibatkan sebanyak ratusan rumah dan fasilitas umum di 3 kecamatan rusak akibat bandang dan tertimbun longsor.

Menurut Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Flores Timur Alfonsus H Betan, sejumlah akses jalan menuju ke lokasi bencana juga terputus sehingga proses evakuasi dan bantuan kepada para korban bencana terhalang.

BPBD mengatakan pihaknya telah mengidentifikasi kendala di lapangan, yaitu sulitnya menjangkau Pulau Adora karena akses satu-satunya adalah melalui penyeberangan laut.

Padahal otoritas setempat melarang kegiatan pelayaran saat ini karena faktor cuaca, yaitu hujan, angin dan gelombang yang tinggi.

Sementara itu, BMKG memprediksi dalam sepekan ke depan potensi hujan sangat lebat terjadi di wilayah Sulawesi Selatan, Bali, Nusa Tenggara Barat dan NTT. Potensi angin kencang juga diprediksi terjadi di wilayah Lampung, Banten, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, NTT dan Sulawesi Selatan. (Albert Batlayeri)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Iklan Bawah Artikel