Massa di Swiss Demo FIFA dan Infantino, Kecam Komersialisasi Sepak Bola dan Korupsi
ZURICH, LELEMUKU.COM – Ratusan demonstran dari berbagai kelompok sosial berunjuk rasa di sejumlah kota besar Swiss untuk memprotes Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) dan Presidennya, Gianni Infantino. Aksi ini menyoroti berbagai persoalan, mulai dari komersialisasi berlebihan, kecurangan wasit, hingga dugaan korupsi di tubuh organisasi sepak bola dunia tersebut.
Para pengunjuk rasa yang berkumpul di kota Zurich dan Jenewa menyuarakan keprihatinan mereka terkait arah pengelolaan sepak bola modern. Mereka mengecam keras komersialisasi yang dinilai telah mengubah olahraga ini menjadi mesin bisnis semata. Sorotan juga diarahkan pada keputusan wasit yang dinilai tendensius, jadwal pertandingan yang tidak ramah penonton, serta model bisnis yang dipaksakan oleh FIFA.
Kritik pedas juga dilayangkan kepada Presiden FIFA, Gianni Infantino, yang dianggap merepresentasikan sisi buruk dari industri olahraga internasional. Infantino dituding mengedepankan perhitungan politik dan uang di atas moral dan kepatuhan. Bahkan, mantan Presiden FIFA, Sepp Blatter, yang juga berasal dari Swiss, menyebut Infantino telah menjalankan organisasi tersebut layaknya sebuah kediktatoran.
Gelombang protes ini diperparah oleh kontroversi keputusan FIFA terkait kartu merah yang diterima striker Timnas AS, Folarin Balogun. Keputusan untuk menangguhkan sanksi pemain tersebut memicu kemarahan sejumlah federasi sepak bola Eropa. Jerman, Belanda, Belgia, Norwegia, dan bahkan Swiss sendiri dikabarkan mengkritik keras keputusan komite disiplin FIFA. Asosiasi Sepak Bola Swiss (SFV) pun turut menyuarakan protes dan dianggap memiliki tanggung jawab moral untuk melawan Infantino.
Sebelumnya, pada Juni 2026, aksi protes serupa juga terjadi di kantor pusat FIFA di Zurich yang dilakukan oleh seniman jalanan Italia, Laika. Ia memasang karya seni berjudul "Death Cup" dan "FIFA Crime Cup 2026" untuk mengecam kebijakan anti-imigran AS dan pelanggaran HAM di balik penyelenggaraan Piala Dunia 2026. Kritik terhadap FIFA dan Infantino semakin meluas, menandakan meningkatnya tekanan terhadap kepemimpinan organisasi sepak bola dunia tersebut. (Evu)
Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Lelemuku.com di Grup Telegram Lelemuku.com. Klik link https://t.me/lelemukucom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.
Lelemuku.com - Cerdaskan Anak Negeri