-->

SMP Negeri 2 Tansel Siapkan 182 Siswa IX Ikuti Ujian Asesmen Sekolah


SAUMLAKI, LELEMUKU.COM – Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 2 Tanimbar Selatan (Tansel) di Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Provinsi Maluku sedang mempersiapkan sebanyak 182 siswa kelas IX untuk mengikuti ujian asesmen sekolah secara Dalam Jaringan (Daring).

Hal itu mengacuh pada Edaran Mendikbud Nadiem Makarim Nomor 1 Tahun 2021 tentang Peniadaan Ujian Nasional (UN) dan Ujian Kesetaraan Serta Pelaksanaan Ujian Sekolah (US) dalam Masa Darurat Penyebaran Virus Corona (COVID-19) tertanggal 1 Februari 2021.

“Pelaksanaan asesmen sekolah akan dilakukan pada tanggal 24 hingga 31 Mei 2021, sementara ujian praktek sudah dimulai pada tanggal 3 hingga 6 Mei,” kata Kepala SMP Negeri 2 Tansel, Marta Atdjas kepada Lelemuku.com pada Jumat, 23 April 2021.

Ia meminta kerjasama yang baik dari para orangtua dan wali murid untuk menyukseskan pelaksanaan ujian tersebut. Para orangtua siswa telah menandatangani surat pernyataan yang berisi tentang kesiapan siswa mengikuti semua prosedur kelulusan.

“Kami undang orangtua rapat bersama saat itu, maka kami minta kerjasama baik, sehingga anak bisa mengikuti ujian. Kepada orangtua yang tidak hadir, kami langsung antar pernyataan itu ke rumah,” pinta Marta.

Sebelumnya, Kepala Seksi (Kasie) Kurikulum dan Penilaian SMP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dispenbud) Tanimbar, Henry Isayas Titirloloby mengungkapkan pelaksanaan ujian asesmen adalah pemetaan mutu pembelajaran siswa kelas IX yang akan digelar secara serentak pada tanggal 24 hingga 31 Mei 2021.
 
“Tahun lalu kan ada pendirian SMP satu atap, sehingga 4 SMP ini belum ada jenjang kelas IX, jadi hanya diikuti 62 sekolah. Agak unik, tujuannya bukan saja untuk ketercapaian siswa, tetapi lebih pada pemetaan secara wilayah atau per kecamatan seberapa berhasil pembelajaran di masa pandemi,” ungkap dia.

Ia menambahkan penilaian asesmen tidak untuk kelulusan siswa, namun sangat penting untuk tercapainya pembelajaran siswa dan guru baik di masa pandemi maupun normal dan akan digunakan sebagai evaluasi dari sekolah melalui lembar soal, rekomendasi dan tindaklanjut tentang pembelajaran yang tepat, efektif, terbaca dan terukur.
 
“Sekolah mesti jujur agar ke depan siswa benar-benar lulus dengan punya kemampuan. Saya menilai kemendikbud membuat asesmen karena ingin mengambil data yang nyata dan sebenarnya.  Sehingga ada rekomendasi yang tepat untuk persoalan yang ada di sekolah,” tambah Titirloloby. (Laura Sobuber)

Recent Posts

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Iklan Bawah Artikel